Apakah Pengembangan Koperasi Merah Putih Bermanfaat?
Secara teoritis pengembangan Koperasi Merah Putih akan sangat
bermanfaat bagi masyarakat. Karena bakal fungsi sebagai penyalur sarana
pertanian, termasuk pupuk subsidi, menampung hasil panen, menjadi pusat edukasi
petani, sekaligus nantinya menjadi penyedia bahan baku untuk program makan
siang bergizi. Jelas sangat bermanfaat jika dilihat dari aspek tersebut.
Namun masalahnya ada paradigma dalam pengembangan Koperasi
Merah Putih berorientasi proyek atau dengan sistem top down. Mengembangkan
usaha ekonomi memerlukan waktu. UMKM yang dikembangkan oleh seseorang yang
memiliki pengatahuan saja dapat gagal. Perlu waktu 2 -3 tahun memastikan suatu
usaha yang baru dikembangkan mampu bertahan.
Masalahnya karena berorientasi proyek, bahwa pemerintah
harus segera membentuk. Akan ada banyak proses yang dilompati, salah satunya
yakni pembinaan SDM. Mempersiapkan pengurus dan pengelola koperasi yang
kompeten memerlukan waktu. Dan ini juga tidak menjamin bahwa Koperasi yang dikembangkan
akan berhasil.
Banyak yang tidak menyadari bahwa koperasi adalah badan
usaha yang kompleks. Hal yang harus
dipahami adalah, koperasi sesungguhnya aqual dengan perusahaan publik. Jika perusahaan
tbk masyarat dapat memiliki sahamnya, maka kepemilihan koperasi ada pada anggota.
Direksi pada perusahaan tbk bertanggung jawab kepada pemilik saham, sementara
pengurus koperasi bertanggung jawab kepada anggota. Jika perusahaan tbk
membagikan deviden maka koperasi membagikan SHU.
Namun yang berbeda, perusahaan tbk umumnya memiliki managemen
yang bagus, transparansi terbangun, serta direksi sangat berkompeten dan pengalaman dalam mengelola bisnis. Mereka
umumnya menguasai mulai dari keuangan, SDM, pemasaran hingga managerial.
Sementara pengurus koperasi tidak jarang berpendidikan rendah, di tambah wawasan
pengelolaan bisnis yang sangat minim. Sehingga tidak perlu heran jika perusahaan
tbk terus berkembang sementara banyak koperasi yang mandek di tengah jalan.
Jadi penguatan kompetensi pengurus, pengembangan sistem
bisnis, peningkatan edukasi anggota menjadi isu sentral pengembangan Koperasi
Merah Putih yang tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Sementara jika sekedar
membuat koperasi dan lainnya tidak sulit. Selain itu kebiasaanya di Indonesia,
umumnya heboh pada saat Pembangunan dan pengembangan dan sepi pada saat
pemeliharaan dan pendampingan.

Comments
Post a Comment