Kisah Anak Muda Cerdas, Kembangkan dengan Bisnis Modal Dengkul melalui Koperasi dan Poktan

Suatu ketika seorang mahasiswa yang cerdas kembali ke
kampungnya di wilayah Jawa Tengah. Dengan bekal isi pikiran, ia bermaksud mengembangkan
usaha pangan dengan modal dengkul. Ia awal merangkul satu gapoktan demi menciptakan
keajaiban.
Hal yang ia lakukan petama sekali, mempelajari
program-program pemerintah. Ia menyadari bahwa bantuan untuk ketahanan pangan
tidak akan pernah putus selama republik ini berdiri. Hanya saja kecenderungannya,
tidak berkelanjutan. Ia menganalisa, masalahnya, kebanyakan orang melihat program
bantuan sebagai proyek sosial semata. Namun ia melihatnya sebagai capital. Ia
menganalisa pasar. Membaca kebutuhan corporasi. Dan mengendus prospek bisnis. Sang anak muda
menyadari, bisnis pangan sesungguhnya usaha yang sangat berkelanjutan.
Ia melakukan aksinya. Melalui pendekatan dengan anggota GAPOKTAN
ia menginsiasi pembentukan koperasi. Ia
menjanjikan ke depannya semuanya akan menguntungkan. Anda tidak perlu
mengeluarkan apa-apa, demikian janjinya. Cukup berikan saya kepercayaan sebagai
perwakilan gapoktan dan pengurus koperasi. Petani sepakat. Lalu Ia juga membuat
paguyuban petani padi di kabupatennya berganggotakan petani dari GAPOKTANnya.
Setelah koperasi terbangun, ia bergegas membangun pelaporan keuangan.
Mengembangkan 5 unit usaha pendukung kegiatan budidaya. Ia melakukan perbaikan
database petani lengkap dengan data sawah dan ladang. Ia juga menyusun SOP pengelolaan
koperasi serta sistem pelaporan.
Ia lalu membuat media sosial dan membagikan aktivitasnya di
koperasi dan poktan. Kegiatan petani anggota GAPOKTANnya medadak viral. Ia juga
menyampaikan visi misi koperasi melalui video yang menarik. Seketika informasi keberadaan GAPOKTAN dan
koperasinya menjadi perhatian dinas kabupaten bahkan Kementerian.
Lalu iapun mulai menggoda pemerintah. Membuatkan usulan
bantuan ke pemerintah pusat melalui dinas pertanian kabupaten. Kemudian memanfaatkan
berdera paguyuban ia menyampaikan usulan ke Kementerian pertanian, Bupati dan Gubenur.
Bantuannyapun hadir. Ia menyalurkan dan memanfaatkan dengan baik.
Ia kemudian membuat lagi usulan Rice Miling Unit dan alsin melalui GAPOKTAN.
Ia juga memanfaatkan payuguban untuk memerikan dukungan dan mengusulkan sampai
ke Kementerian dan Provinsi. Iapun kembali mendapat bantuan.
Lalu GAPOKTAN menyerahkan RMU dan alsin untuk dikelola
koperasi. Kini koperasinya memiliki aset. Dengan modal ditambah dataase petani itu
sang anak muda yang cerdas mulai mendekati offtaker. Perusahaan pembeli
beras tertarik lalu menawarkan MoU. Ia lalu memberanikan diri mendatangi Bank demi
mendapatkan kredit dengan menjadikan kontrak kerjasama dan RMU sebagai jaminan.
Deal.
Usahanya berjalan. Koperasi mendapatkan keuntungan. Petani bahagia,
selain bisa menjual gabah mereka juga mendapatkan pengembalian dari keuntingan penjualan
beras dan menir. Kini cash flownya cukup sehat. Iapun memberanikan diri mengajukan
pembiayaan modal kerja melalui LPDB. Dengan kondisi bisnis yang sehat, laporan
keuangan yang baik, aset yang cukup menjadikan BLU koperasi tersebut sepakat memberikan
bantuan. Usaha koperasi yang ia pimpina semakin besar.
Ini merupakan strategi seorang pemuda yang smart mewujudkan
sebuah usaha bernilai milyaran dengan modal dengkul. Apakah Anda bisa secerdas
beliau?
Comments
Post a Comment