Manfaat Pengembangan Koperasi Pertanian

Banyak orang yang menganggap koperasi itu tidak cocok untuk Indonesia. Ada muncul
istilah KUD, ketua untung duluan. Terlepas dari banyaknya caruk maruk perkoperasian
di Indonesia, namun secara global lembaga ini yang terefektif dalam mewadahi
usaha petani. Sebut saja Koperasi susu FrieslandCampina, yang berpusat di
Belanda, adalah salah satu koperasi susu terbesar di dunia dengan pendapatan
tahunan sekitar 11,3 miliar Euro dan memiliki 19.000 anggota peternak sapi
perah di Belanda, Jerman, dan Belgia.
Sunkist itu merk dagang jeruk manis, produk Koperasi Petani
Jeruk Amerika, yang berkantor pusat di Valencia, Santa Clarita, California. Koperasi
Petani Jeruk Amerika, tak hanya membudidayakan jeruk manis, tetapi juga jeruk
keprok, jeruk lemon, jeruk grapefruit, stroberi dan lain-lain. Produknya telah
menyebar ke seluruh dunia dan membukukan pendapatan milyaran Dollar.
Masalahnya adalah kita belum berhasil berkoperasi dengan
baik lalu menyimpulkan lembaga ini tidak tepat bagi petani. Lalu menumbuhkan
banyak model pemberdayaan termasuk yang berkembang belakangan adalah BUMDES.
Lalu sebenarnya apa manfaat pengembangan koperasi bagi
petani?
Dengan adanya koperasi maka petani dapat mengumpulkan dan
mengorganisir sumber daya yang ada. Baik itu lahan, modal atau hasil kebun.
Sebuah koperasi yang mampu mengumpulkan petani kelapa sawit sebanyak 8000 ha
akan memberikan posisi tawar yang luar biasa.
Lalu koperasi dapat menjadi wadah untuk melakukan perikatan
dengan investor atau offtaker. Hal yang perlu diingat bahwa
kelompok tani atau gapoktan bukanlah badan usaha, sehingga sulit untuk
melakukan kegiatan usaha.
Selain itu koperasi dapat berfungsi sebagai fasilitator
penyedia sarana pertanian dan penampung hasil pertanian. Seperti kasus koperasi
di luar negeri, fungsi koperasi utamanya adalah 2 fungsi ini. Dengan demikian
petani dapat terhindar dari tengkulak atau penyediaan pupuk palsu, karena harus
membeli dari sumber yang tidak jelas.
Hal yang menarik lainnya, banyak bantuan pemeritan yang
dapat diakses oleh petani dengan
mensyaratkan harus bergabung di sebuah koperasi. Tentu ini menjadi manfaat
tambahan dari pembentukan koperasi pertanian.
Comments
Post a Comment