Mengapa Banyak Koperasi Pertanian yang Gagal?

Ada banyak koperasi pertanian yang mengalami mati suri. Lalu
koperasi sebagai lembaga kemudian dikambinghitamkan. Dianggap tidak sesuai
dengan kultur Indonesia. Faktanya tidak demikian?
Salah satu faktor penyebab koperasi kurang berkembang di Indonesia,
utamanya adalah faktor SDM. Koperasi sesungguhnya harus dilihat sebagai model
lain dari perusahaan tbs. Mengapa demikian? Karena kepemilikannya tidak berada pada
satu atau dua orang, melainkan banyak orang.
Seorang pemimpin perusahaan TBS dituntut harus mampu
mengelola perusahaan secara transparan sistem bisnis harus berjalan dengan efisien
sehingga sukses menghasilkan profit. Ketika harga saham jatuh maka seorang CEO
dapat sewaktu-waktu dicopot.
Bandingkan dengan pimpinan koperasi, yang kadang tidak memahami
soal keuangan, pajak, bisnis dan marketing. Dalam banyak kasus koperasi
lebih bernuansa feodalistik karena pengurusnya dipilih berdasarkan ketokohan. Sehingga
banyak pengurus begitu sangat berkuasa. Apalagi banyaknya program yang mengsyaratkan
koperasi sebagai lembaga pemohonan, akan menumbuhkan lembaga ini secara instant
dengan pengurus terpilih dengan express.
Dalam kondisi demikian maka banyak koperasi yang tidak
berkembang. Atau mengalami kemerosotan karena pengurus melakukan fraud. Masalah
rendahnya kompetensi pengurus menjadi momok dari perkembangan koperasi
pertanian ditambah minimnya pengetahuan anggota tentang perkoperasian.
Itu sebabnya di negara-negara maju, pengembangan koperasi,
apalagi yang anggota dan pengurusnya berasal dari petani, dilakukan melalui
tugas pendampingan dari pemerintah yang bertugas melakukan pemberdayaan dalam
jangka panjang. Mereka mempersiapkan anggota dan calon pengurus membangun koperasi
dan mengembangkan usaha. Para pendamping ini juga bukan orang sembarangan, mereka
memiliki kemampuan entrepreneur dan leadership. Mereka akan bertugas mendamping
koperasi hingga mandiri.
Jadi selama SDM koperasi lemah, maka jangan berharap akan muncul
kelembagaan yang kuat.
Comments
Post a Comment