Strategi Cerdas Koperasi Tani Kelola Hasil Panen Kopi

  

Dengan bergabung di koperasi maka salah satu keuntungan yang harusnya diperoleh petani adalah jaminan pembelian hasil. Sementara bagi offtaker koperasi dapat memberikan jaminan standarisasi mutu serta supply bahan baku yang efisien. Karena mereka tidak lagi perlu membeli dari petani satu per satu atau dari pengepul yang mutunya sulit diprediksi.

Lalu bagaimana seharusnya pengelolaan hasil panen kopi di Koperasi Petani?

Langkah awal, koperasi sebaiknya membeli hasil petani dalam bentuk cherry, sehingga nantinya pengolahan dapat dilakukan secara kolektif dan terstandarisasi. Buah kopi sebaiknya diolah di satu titik dengan metoda yang sama, entah itu wine process atau natural. Jika koperasi sudah memiliki kemitraan dengan offtaker maka metoda pengolahan dapat disepakati.

Lalu koperasi melakukan sortasi. Hasil yang kurang baik dapat diolah atau dijual ke pembeli lokal sementara yang kualitas sesuai dipasarkan kepada pihak mitra. Begitu juga limbah pengolahan, koperasi dapat mengolah menjadi pakan ternak atau pupuk organik. Sehingga koperasi bisa mengoptimalkan pendapatan dari pengolahan hasil panen.

Koperasi tentu akan medapatkan keuntungan dari penjualan biji kopi. Untuk menciptakan cycle economic maka profil dari penjualan tersebut sebagian dikembalikan kepada petani dalam bentuk pupuk, benih, simpanan atau hal lainnya. Sisanya menjadi keuntungan bagi koperasi.

Lalu bagaimana dengan pembiayaan hasil panen? Koperasi bisa memanfaatkan kredit perbankkan, LPDB atau melalui pengembangan resi gudang . Dimana petani yang menjualkan hasil akan mendapatkan bukti penyimpanan yang nanti bisa dijadikan agunan kredit atau diperjualbelikan untuk mendapatkan modal.

Sementara itu, petani yang tidak menyetorkan buah otomatis tidak mendapatkan fasilitasi pupuk, pembiayaan dan benih. Sehingga sistem ini akan mendorong setiap petani anggota koperasi untuk tidak selingkuh.

Comments