Trik Koperasi Pertanian Kembangkan Usaha Pertanian dengan Modal Dengkul

Tidak  banyak menyadari, koperasi pertanian bisa mengembangkan usaha dengan modal dengkul. Cukup menjadi “pemain catur”. Bagaimana triknya?

Saat pengembangan koperasi pertanian, pastikan anggotanya adalah petani yang tergabung dalam kelompok tani. Atau bisa jadi Gabungan kelompok tani kemudian mengembangkan koperasi pertanian. Ini adalah struktur dasarnya.

Lalu koperasi mengambil peran menyusun masterplan. Misalnya pengembangan cluster kopi maka hal yang akan dilakukan

  1. Memperluas kebun sebesar 1000 ha (tahun pertama)
  2. Mengembangkan unit usaha pengolahan (tahun pertama)
  3. Mengembangkan processing (tahun kedua)
  4. Mengembangkan café (tahun ketiga)
  5. Melakukan pemasaran (tahun kedua)

Maka langkah berikutnya koperasi sudah dapat bermain catur. Poktan yang menjadi bagian dari koperasi akan diarahkan membuatkan usulan kepada pemerintah untuk bantuan tersebut. Koperasi lalu akan menyusun:

  • Proposal
  • Surat pengantar ke Dinas Pertanian Kabupaten dengan tembusan ke Provinsi maupun ke Jakarta atas nama kelompok tani
  • Lalu pihak koperasi membuat surat yang menjelaskan profil usaha ke dinas atau Kementerian terkait serta meminta waktu untuk melakukan presentasi

Tentu tidak selalu berhasil, namun jika berulang-ulang melakukan ini maka pada akhirnya akan ada saja pihak yang akan merespon.

Setelah bantuan tiba, maka koperasi akan mengambil peran mengelola dan memanfaatkan bantuan tersebut agar memberikan manfaat ekonomi. Maka dengan cara maka koperasi mendadak akan memiliki aset usaha berupa kebun seluas 1000 ha, unit pengolahan dan processing, café dan sarana pemasaran. Lalu koperasi pertanian dapat memperkuat usahanya tersebut dengan mengakses permodalah melalui jasa perbankkan, atau LPDB.

Trik ini bisa diterapkan untuk komoditas tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan lainnya. Persoalannya, adakah pengurus koperasi yang memiliki kecerdasan untuk berpikir demikian. Atau ada juga yang berusaha mendapatkan proyek hanya untuk mendapatkan komisi atau rente. Ini jelas tidak produktif.

 

 

 

 

 


Comments