Trik Koperasi Pertanian Kembangkan Usaha Pertanian dengan Modal Dengkul
Saat pengembangan koperasi pertanian, pastikan anggotanya
adalah petani yang tergabung dalam kelompok tani. Atau bisa jadi Gabungan
kelompok tani kemudian mengembangkan koperasi pertanian. Ini adalah struktur
dasarnya.
Lalu koperasi mengambil peran menyusun masterplan.
Misalnya pengembangan cluster kopi maka hal yang akan dilakukan
- Memperluas kebun sebesar 1000 ha (tahun pertama)
- Mengembangkan unit usaha pengolahan (tahun pertama)
- Mengembangkan processing (tahun kedua)
- Mengembangkan café (tahun ketiga)
- Melakukan pemasaran (tahun kedua)
Maka langkah berikutnya koperasi sudah dapat bermain catur.
Poktan yang menjadi bagian dari koperasi akan diarahkan membuatkan usulan
kepada pemerintah untuk bantuan tersebut. Koperasi lalu akan menyusun:
- Proposal
- Surat pengantar ke Dinas Pertanian Kabupaten dengan tembusan ke Provinsi maupun ke Jakarta atas nama kelompok tani
- Lalu pihak koperasi membuat surat yang menjelaskan profil usaha ke dinas atau Kementerian terkait serta meminta waktu untuk melakukan presentasi
Tentu tidak selalu berhasil, namun jika berulang-ulang
melakukan ini maka pada akhirnya akan ada saja pihak yang akan merespon.
Setelah bantuan tiba, maka koperasi akan mengambil peran
mengelola dan memanfaatkan bantuan tersebut agar memberikan manfaat ekonomi. Maka
dengan cara maka koperasi mendadak akan memiliki aset usaha berupa kebun seluas
1000 ha, unit pengolahan dan processing, café dan sarana pemasaran. Lalu
koperasi pertanian dapat memperkuat usahanya tersebut dengan mengakses permodalah
melalui jasa perbankkan, atau LPDB.
Trik ini bisa diterapkan untuk komoditas tanaman pangan,
hortikultura dan perkebunan lainnya. Persoalannya, adakah pengurus koperasi
yang memiliki kecerdasan untuk berpikir demikian. Atau ada juga yang berusaha mendapatkan
proyek hanya untuk mendapatkan komisi atau rente. Ini jelas tidak produktif.

Comments
Post a Comment