Manfaat “Gila" Kembangkan Koperasi Pertanian Perkebunan

 

Tidak banyak yang menyadari bahwa dengan berinisiatif mengembangkan koperasi pertanian perkebunan berpotensi mendapatkan berbagai insentif dan manfaat yang menarik. Mau tahu apa saja itu?

Ternyata ada banyak program pengembangan perkebunan yang dapat diakses petani melalui pengusulan via koperasi. Antara lain peremajaan dan penyediaan sarana prasaran kakao, kelapa sawit dan kelapa.  Untuk kelapa sawit bantuan kegiatan perejamaan per petani sebesar Rp. 60 juta per ha, yang nantinya pengelolaannya dilakukan oleh koperasi. Dengan asumsi luasan lahan kelapa sawit yang diusulkan sebesar 1000 ha saja, maka aka nada dana Rp. 60 milyar yang akan dikelola koperasi untuk penyediaan bibit, pupuk, pestisida, land clearing dsbnya.

Lalu dengan adanya kebijakan pengembangan Koperasi Kerah Putih (KMP), melalui revitalisasi koperasi maka koperasi pertanian berpotensi menjadi KMB, dengan fasilitasi bantuan pembiayaan Rp. 3 M, pengembangan sarana dan bantuan lainnya.

Sementara itu tersedia juga pembiayaan dari LPDB BLU dari Kementerian Koperasi hingga Rp. 40 Milyar untuk modal kerja dengan sistem pengembalian yang ringan.

Jadi Anda bisa mengembangkan koperasi pertanian perkebunan dengan cara, awali dengan menjadikan beberapa anggota kelompok tani menjadi anggota koperasi. Kembangkan usaha yang mendukung usaha tani seperti pembiayaan, pembelian hasil panen, toko tani atau distibusi pupuk, pengelolaan pupuk serta usaha lainnya. Lalu buatkan sistem pelaporan usaha yang transparan dan recruit manajer koperasi yang handal.

Comments