Trik Koperasi Kakao, Kelapa dan Kelapa Sawit Mengelola Dana Rp. 30 Milyar
Ternyata koperasi perkebunan untuk komoditas kelapa sawit, kakao dan kelapa berpotensi mengelola dana hingga Rp. 30 Milyar hibah melalui program peremajaan via BPDP. Bagaimana caranya?
Ternyata pemerintah telah menyediakan dana hingga trilyunan untuk membantu petani kelapa sawit, kakao dan kelapa untuk dapat meremajakan kebunnya yang sudah tua. Untuk peremajaan sawit dana yang dialokasikan mencapai Rp. 60.000.000/ha.
Mari kita membayangkan ada sebuah koperasi kelapa sawit yang anggotanya memiliki kebun seluas 500 ha yang layak diremajakan. Maka, koperasi berpotensi mengelola dana sebesar Rp. 30 Milyar. Sementara untuk kakao dan kelapa dengan asumsi per ha Rp. 20.000.000/ha maka koperasi akan berpotensi memanage Rp. 10 Milyar. Angka ini lebih besar dari anggaran pengembangan perkebunan di Dinas yang membidangi perkebunan di kabupaten.
Lalu bagimana trik mendapatkan anggaran ini?
Pertama, segera bentuk koperasi perkebunan yang berisikan sejumlah kelompok tani;
Kedua, lakukan pendataan anggota. Segera buatkan list petani yang akan diusulkan dengan syarat memiliki dokumen kepemilikan lahan yang jelas (SHM, Girik, AJB atau SKT) dan tidak masuk kawasan hutan;
Ketiga, carikan mitra perusahaan agar proses pengusalan dapat dilakukan melalui jalur kemitraan. Segera berMoU, setelah itu buatkan akun untuk pengusulan;
Keempat, apply dokumen yang dibutuhkan, list nominative petani dan RAB yang diperlukan melalui aplikasi. Jika lengkap maka dana akan dikirimkan ke rekening petani namun pengelolannya dilakukan oleh pihak koperasi.
Selain bisa mendapatkan bantuan peremajaan, koperasi dapat mengakses bantuan sarana prasarana setelah tanaman menghasilkan.

Comments
Post a Comment