Kualitas yang Harus Dimiliki Pengurus agar Koperasi Tidak Bangkrut
Salah satu kunci sukses pengembangan koperasi ada pada pengurus. Koperasi yang memiliki cukup modal dan mengawali dengan bisnis menguntungkan akan runtuh dengan sendirinya jika pengurusnya tidak kompeten dan amanah. Lalu seperti apakah seharusnya kualitas dari pengelola koperasi itu?
Pertama, tentu harus memiliki visi dan berpikir jangka panjang. Ia harus memiliki pemikiran bahwa jika koperasi ini berkembang maka ia juga akan mendapatkan manfaat secara personal. Baik secara finansial dan modal sosial. Namun ia fokus mencari keuntungan jangka pendek, maka ia cenderung akan mencari proyek, bantuan pemerintah dan enggan membangun sistem. Ia akan dengan senang hati mengambil keuntungan pribadi dari usaha koperasi. Jika ini terjadi koperasi akan bankrupt dan ia akan membangun reputasi yang jelek. Itu sebabnya seorang pengurus harus visioner dan mampu berpikir strategis. Adakalanya dalam hal ini, pendidikan dan tingkat kecerdasan memberikan pengaruh.
Kedua, kejujuran. Pengurus harus memiliki integritas agar mampu menjalankan usaha koperasi secara amanah. Jika tidak, jika melihat ada kesempatan maka ia akan melakukan fraud dan merugikan petani. Tentu ini hanya bisa dilihat dari reputasi.
Ketiga, pengetahuan tentang bisnis. Pengurus harus memiliki kemampuan membaca kebutuhan dan peluang pasar, menyusun business plan dan melakukan pengembangan usaha. Kemampuan ini tidak hanya membutuhkan pengetahuan dan integritas namun juga pengalaman.
Keempat, pengetahuan terkait keuangan dan SDM. Ini adalah basic dalam hal manajement. Kemampuan dalam mengelola SDM yang ada baik di level pengelola atau anggota menjadi salah satu kunci keberhasilan koperasi. Begitu juga dengan pengelolaan keuangan, sehingga pemanfaatannya menjadi efisien dan efektif. Ini membutuhkan pelatihan, pengalaman dan kemauan untuk belajar terus menerus.
Jadi untuk mendapatkan pengurus yang baik, awali dengan modal dasar yakni kejujuran, latar belakang pendidikan, pengalaman usaha serta visioner dan kemauan untuk belajar. Selanjutnya pengurus harus dibekali pelatihan, kegiatan magang, serta kesedian untuk melakukan pembelajaran secara mandiri.
Pengurus yang tidak memiliki 1 saja dari 4 kualitas tersebut maka akan kesulitan mengembangkan koperasi yang inklusif.

👍👍
ReplyDelete